Sejarah Fuel Catalyst

Pada masa perang dunia, tahun 1941, Rusia mendapat tawaran 400 buah pesawat tempur Inggris untuk menggantikan armada angkatan udara Soviet yang telah hancur dalam perang. Disepakati bahwa armada pesawat akan dioperasikan, dirawat dan dipiloti oleh tentara Rusia. Namun untuk masa awal, sejumlah personel RAF (Royal Air Force) – Angkatan Udara Inggris, termasuk seorang insinyur Inggris Patrick Henry Broquet – dikirim untuk pelatihan dan Serah terima pesawat. Pesawat tempur yang disediakan adalah Hurricane yang pada masa itu berjumlah banyak dan tersebar dibeberapa tempat. Pada 12 Agustus 1941, 151 buah pesawat siap untuk diterbangkan dengan membentuk skuadron baru yaitu skuadron 81 dan 34. Dalam 4 hari setelah pendaratan di Rusia , diketahui bahwa bahan bakar yang tersedia memiliki kualitas rendah dan tidak mampu diterima oleh mesin Merlin XX yang menggerakkan pesawat Hurricane. Dalam penerbangan operasional pertama kali, empat buah pesawat Hurricane di skuadron 134 mengalami hilang ketinggian secara tiba-tiba dan mesin pesawat mendadak mati. Dalam keadaan kalut, sang pilot berusaha memompa bahan bakar dengan tangannya,dan berhasil mengatasi kemalangan di udara.

Henry Broquet menyadari fenomena ini dan diminta untuk mengepalai sebuah team yang terdiri dari beberapa ilmuwan Rusia untuk mengadakan investigasi untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk sementara waktu, Hurricanne hanya boleh diterbangkan dibawah 16.000 kaki, dan terbatas hanya untuk serangan darat, dan pengeboman dalam ketinggian rendah. Hanya sebagian kecil BBM di Rusia diproduksi dengan kualitas tinggi, itupun biasanya dengan kualitas yang tidak selalu sama dan masalah BBM ini, ternyata bukan hanya pada mesin Merlin XX, diketahui pula bahwa pesawat tempur Rusia dengan kemampuan setara, juga terbatas terbang hingga ketinggian 15.000 kaki. Rusia pada masa itu merupakan negara besar dengan keahlian dibidang Kimia Organik, Katalisis dan Metallurgi, mereka percaya bahwa solusi masalah pasti dapat ditemukan.

TERBUKTI!!! Tim ilmuwan menemukan katalisator logam(Kombinasi Platinum, Paladium, dan Rhidium, serta unsur lainnya) untuk menstabilkan dan menaikkan karakteristik bahan bakar minyak secara langsung, sehingga lebih mudah terbakar secara sempurna.

henry2

Sejarah BRQ Indonesia

Sekitar tahun 1999, ketika Bapak Setiady Sungkono “Hans” membeli mobil SUBARU IMPREZA WRC di Batam. Beliau kecewa karena mobilnya tidak dapat melaju sempurna seperti yang diharapkan. Masalah utama disebabkan mutu bensin yang rendah di Indonesia. Seorang rekan memperkenalkan katalisator bahan bakar. Alat ini dapat meningkatkan mutu bahan bakar secara langsung dan mampu menyempurnakan proses pembakaran. Setelah mencoba, hasilnya sangat mengagumkan. Hal ini yang memicu peluang bisnis BRQ THE FUEL CATALYST di Indonesia.

1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *